Cerita Perjalanan Tangerang-Solo PP Lintas Selatan

loading...
loading...
Kali ini saya pengen cerita tentang perjalanan saya dan keluarga ke Solo dari Tangerang Pulang Pergi (PP) via lintas selatan 14-18 Agustus 2013 dengan tujuan mengantarkan adik kuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS). Kenapa via lintas selatan bukan via pantura ? karena GPS yang saya aktifkan di mobil ternyata mengarahkan kami untuk jalan melalui lintas selatan, jadi ya ikut aja apa kata GPS hehehe....
Cerita Perjalanan Solo-Tangerang PP Lintas Selatan
Cerita Perjalanan Tangerang-Solo PP Lintas Selatan : Opung, dedek Al dan kakak
Sebelum berangkat saya mencari informasi terlebih dahulu di Internet untuk perjalalanan menuju ke Solo sebaiknya melalui Pantura atau jalur selatan. Dari hasil pencarian saya, ternyata sama banyaknya yang menganjurkan unuk menempuh perjalanan ke Solo baik via utara maupun selatan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Akhirnya saya putuskan untuk ambil jalur selatan dengan pertimbangan untuk menambah pengalaman. Saya belum pernah menyetir mobil melalui jalur selatan (pernah paling jauh ke Bandung), sedangkan untuk melalui Pantura saya sudah pernah dengan tujuan Semarang dan Yogya.
foto Perjalanan Tangerang-Solo
Tampilan rute GPS Tangerang-Solo
Perjalanan ke Solo dimulai pada hari rabu tanggal 14 Agustus 2013 jam 7.15 pagi. Tidak sesuai dengan rencana awal, berangkat abis sholat shubuh, dikarenakan ketiduran hehehe..... Kendaraan yang kami gunakan adalah mobil Daihatsu All New Xenia R Sporty dimana telah dilengkapi dengan GPS. Global Positioning System (GPS) ini sangatlah mempermudah dalam mencari alamat yang kita tuju. Sudah saya buktikan dalam perjalanan ke Semarang dan Yogya Desember 2012 kemaren, alhamdulillah mau kemana saja tempat yang kita tuju bisa sampai. Tinggal masukkan saja nama Kota dan nama jalan tujuan kita.
image Wedangan d-omahku Solo
Wedangan d-omahku Solo
Kota Solo tidak ada dalam GPS mobil saya. Kalau kita ketik kota Solo yang keluar adalah Kota Solok di Sumatera Barat. Nah, Solo di GPS adalah Kota Surakarta. Solo hanya digunakan dalam bahasa gaul saja, sedangkan dalam bahasa administrasi dan pemerintahan yang digunakan adalah "Surakarta". Jarak Tangerang-Solo (Kampus UNS) menurut GPS 638 KM. Wee...lumayan ya......
gambar Oleh-oleh khas Solo
Oleh-oleh khas Solo
Rute berangkat Perjalanan Tangerang - Solo Via Lintas Selatan yang kami lewati : Tangerang - Toll JORR - Toll Cikampek - Toll Cipularang - Cileunyi - Nagreg - Malangbong - Ciawi - Tasikmalaya - Ciamis - Banjar - Majenang - Karangpucung - Wangon - Rawalo - Banyumas - Tambak - Gombong - Kebumen - Purworejo - Yogyakarta - Klaten - Solo
gambar foto pusat grosir solo (PGS)
Suasana tempat wisata kuliner Galabo yang terletak di depan Pusat Grosir Solo (PGS)
Sedangkan Rute pulang Solo - Tangerang via Lintas selatan yang kami lewati : Solo - Kartosuro - Boyolali - Selo - Muntilan - Borobudur - Salaman - Purworejo - Kebumen - Gombong - Tambak - Banyumas - Rawalo - Wangon - Karangpucung - Majenang - Banjar - Ciamis - Tasikmalaya - Ciawi - Malangbong - Nagreg - Cileunyi - Toll Cipularang - Toll Cikampek - Toll Dalam Kota - Tangerang
gambar Menara Mesjid Ageng Surakarta
Menara Mesjid Ageng Surakarta
Perjalanan melewati lintas selatan memang membutuhkan kewaspadaan lebih bagi pengendara kendaraan dibandingkan melalui jalur pantura. Jalannya kecil, turun naik dan berkelok-kelok membuat pengemudi harus berhati-hati dan sabar. Peluang untuk mendahului kendaraan di depan kadang makan waktu lama, apalagi kalau ada bus atau truk yang jalannya lambat, membuat jalur padat dan panjang.
gambar pengemis
Ketika Sholat Jumat Selesai, banyak sekali pengemis yang menunggu sedekah dari jamaah Mesjid Agung Surakarta
Keberangkatan kami ke Solo kali ini masih dalam suasana lebaran, arus balik menuju Jakarta masih sangat padat, jadi ikut mempengaruhi perjalanan kami menjadi agak tersendat. Macet parah arah Jakarta terlihat di tanjakan lingkar Gentong. Terlihat beberapa mobil yang tidak siap menanjak sehingga mogok. Memang menurut pengamatan saya, dalam area Provinsi Jawa Barat jalannya rata-rata berkelok, tanjakan dan turunan. Masuk wilayah Jawa Tengah barulah jalannya mulai banyak yang lurus. Kondisi jalan secara keseluruhan sampai ke Solo bagus dan mulus, tidak ada yang berlubang.
gambar Rumah Makan Bale Rasa Gombong
Rumah Makan Bale Rasa Gombong
Jam 13.30 kami istirahat makan dan sholat di warung Sadane, Jl.raya Gentong, Kadipatenan-Tasikmalaya. Menu Sop Iga menjadi pilihan. Sopnya benar-benar fresh karena dipesan dulu baru dimasak. Jam 14.00 kami melanjutkan perjalanan. Jam 17.00 sudah masuk daerah Karang Pucung, Cilacap. Jam 20.30 akhirnya saya memutuskan untuk istirahat dulu di Hotel Resik Gombong, karena perut saya mual dan kepala pusing. Ngantuk sih nggak. Sampai di Hotel, Mandi, Minum Obat pusing, dan tidur. Alhamdulillah gak berapa lama pusing dan mual hilang. Anak-anak,istri,mertua dan Alfian tidur dengan nyenyak. Sedangkan saya tidak bisa tidur, efek dari minum ProMan. Jam 3-an baru bisa tidur.
gambar warung sadane
Istirahat makan dan sholat di warung Sadane
Hotel Resik Gombong letaknya di Jalan utama Lintas Selatan, di belakang Rumah Makan Bale Rasa Gombong. Hotelnya Asri dan mobil bisa parkir di depan kamar. Aulanya luas. Sarapan pagi diantar ke kamar, menunya telur dadar dan sop sayur. Segar di pagi hari.
gambar hotel resik gombong
Hotel Resik Gombong
15 Agustus 2013

Check Out dari Hotel Resik Gombong jam 08.00 pagi. Perjalanan kami lanjutkan menuju Solo. Sampai di Pusat Kota Purworejo GPS mengarahkan perjalanan ke arah atas menuju Semarang-Magelang. Beberapa jalan ternyata diforbidden hanya untuk satu arah, akhirnya kami putuskan untuk tidak mengikuti arahan GPS, kami ambil jalan arah ke Yogyakarta. Masuk kota Yogyakarta sekitar jam 12.00 siang. Jam 13.30 istirahat sholat dan makan Warung Bebek Goreng H. Slamet di jalan Klaten-Solo. Jam 15.00 barulah kami sampai di Kota Solo dan langsung menuju kampus UNS di jalan Ir.Sutami. Melihat tempatnya Alfian kuliah di Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS dan keliling kampus UNS. Kampus UNS sangat asri dan rindang, pohon-pohon besar membuat suasana kampus sangat teduh. Tata letak kampus juga tertata rapi. Suasanannya sangat mendukung untum mahasiswa belajar. Boleh lah kalau mau disebut Green Kampus.
gambar fakultas sastra dan seni rupa uns
Foto di depan Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS
Setelah puas melihat-lihat kampus UNS, kami langsung menuju tempat kost-nya Alfian. Satu minggu sebelum lebaran pada saat daftar ulang mahasiswa baru, Alfian dan Ayah telah mencari tempat kost-an. Jadi ketika kami kesini kami tinggal mengantarkan barang-barang milik Alfian. Daerah kost-an Alfian terletak di samping UNS, Satu kompleks dimana semua pemilik rumah disini memiliki kost-kostan mahasiswa. Suasananya sangat tenang, nyaman, dan teratur. Keamanan dilengkapi oleh CCTV di 24 titik. Ada mesjid, banyak warung makan dengan harga yang sangat terjangkau oleh kantong mahasiswa. Seluruh warga disini yang memiliki kost-an sepertinya mempunya perkumpulan yang mengatur agar lingkungan mereka menjadi lingkungan belajar. Jarang loh ada komplek kost-an yang pakai CCTV. Pintu masuk juga ditutup portal diatas jam 10 malam. Ayah tidak salah pilih lokasi kost-an untuk anaknya. Semoga anaknya betah hehehe....
gambar Kampus UNS
Foto bersama di Kampus UNS
Jam 19.30 malam saatnya istirahat dan mencari tempat menginap. Malam ini kami menginal di Hotel Gurita Solo, alamatnya di Jl.Setiabudi No.31. Hotelnya nyaman dan mobil bisa parkir di depan kamar.
Foto Hotel Gurita Solo
Hotel Gurita Solo
16 Agustus 2013

Jalan-jalan dulu keliling kota Solo. Tujuan kali ini adalah PGS (Pusat Grosir Solo), Pasar Klewer dan sholat Jumat di Mesjid Ageng kesultanan Surakarta. Mesjid Ageng Keraton Surakarta Hadiningrat bangunannya sangat mirip dengan Mesjid Agung Kesultanan Yogya. Capek ngider Kota Solo, malam ini kembali istirahat di Hotel Gurita Solo.
image Mesjid Ageng Keraton Surakarta Hadiningrat
Mesjid Ageng Keraton Surakarta Hadiningrat
17 Agustus 2013

Tahun ini kami memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 68 di Kota Solo hehehe.... Pamitan dulu ama Ibu kost-an Alfian, akhirnya jam 11.00 siang kami meluncur pulang menuju kota Tangerang. Nah seperti rute pulang Solo-Tangerang yang telah saya tulis diatas, itulah rute yang dianjurkan oleh GPS. Ternyata kami diarahkan melalui Kota Boyolali dan melalui jalan alternatif Selo yang berada di punggung Gunung Merapi dan Merbabu dan nanti tembusannya ke arah Borobur baru nanti titik temunya kembali ke jalur selatan di Kota Purworejo. Jadi tidak melewati Kota Yogyakarta.

foto Wisata Kuliner Galabo Solo
Wisata Kuliner Galabo Solo
Jalanan Selo-Muntilan ternyata bukanlah jalur umum. Ntahlah kenapa GPS menganjurkan kami untuk melewati jalan ini, mungkin hitungan jaraknya lebih dekat. Tetapi jalannya sempit, tanjakan dan turunan curam, berkelok-kelok dan banyak jurang. Jadi sangat berbahaya. Saya sangat tidak menganjurkan untuk melewati jalan ini di malam hari. Tetapi pemandangannya sangat indah, pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu. Selo merupakan salah satu titik pintu untuk menuju puncak Merapi dan Merbabu. Jadi ketika kami melalui jalan ini, banyak sekali pendaki yang sedang istirahat di pinggir jalan. Biasanya setiap tanggal 17 Agustus mereka mengadakan upcara bendera di puncak Gunung.
gambar gunung merapi
Pemandangan Gunung Merapi dilihat dari jalan raya Selo-Muntilan
Jam 13.40 kamti istirahat di POM Bensin dekat Candi Borobudur. Kemudian istirahat lagi di kala magrib di Pom Bensin di daerah Banyumas. Jam 1 malam kami telah tiba rest area km 97 Tol Cipularang. Stamina saya dalam perjalanan pulang alhamdulillah bagus sehingga tidak perlu menginap di jalan. Arus balik lebaran juga sudah berkurang sehingga jalanan cukup lancar.
foto perjalanan solo-tangerang
GPS Solo-Tangerang
18 Agustus 2013

Istirahat 2 jam di rest area km 97 Tol Cipularang, adzan shubuh kami sudah sampai di rumah. Alhamdulillah perjalanan kami sekeluarga Tangerang-Solo PP berjalan dengan aman tanpa halangan dan hambatan dan tiba kembali di rumah dalam keadaan sehat walafiat. Kendaraan yang kami gunakan Daihatsu All New Xenia Tipe R Sporty sangatlah nyaman. AC nya dingin, suspensinya empuk sehingga jalan berlubang dan bergelombang tidak terasa. Kecepatan 120 Km/jam di Tol Cipularang mobil tetap stabil tidak goyang. Tanjakan Nagreg, Gentong, Malangbong, Selo, dilewati dengan mudah dengan kondisi AC tetap hidup. So....puas deh dengan All New Xenia.
image Daihatsu All New Xenia Tipe R Sporty
Daihatsu All New Xenia Tipe R Sporty : Alhamdulillah tiba di rumah dengan sehat walafiat
Catatan lainnya :
Odometer Start : 5366 Km
Odometer Finish : 6756
Bensin : 691.000 Rupiah/6500 = 106 liter premium
Jarak Tempuh Perjalanan Tangerang - Solo PP : 1390 KM
Ratio pemakaian bensin :  1 : 13

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Cerita Perjalanan Tangerang-Solo PP Lintas Selatan"

  1. zippp,
    brape hrganye bang all new xenia

    ReplyDelete
  2. Mas, kalau jalan malam lewat lintas selatan jawa aman nggak ya ...? Trims

    ReplyDelete
  3. Aman kok mas perjalanan malam lewat lintas selatan

    ReplyDelete