Cerita Sejarah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

loading...
loading...
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karangan Buya Hamka sedang hangat-hangatnya diputar di seluruh Bioskop yang ada di Indonesia. Film yang diangkat dari sebuah karya sastra yang bagus dan bisa divisualisasikan dengan bagus pula oleh para Cineas Film membuat saya pulang dari bioskop XXI Mal Balekota setelah menonton Film ini dengan rasa puas. Banyak pesan moral yang bisa diambil dari Film ini, termasuk penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan EYD.
sejarah kapal van der wijck
Tiket Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Ada yang membuat saya masih penasaran, yaitu mengenai sejarah kapal Van Der Wijck dan penyebab tenggelamnya. Mengapa Kapal Van Der Wijck bisa tenggelam ? pertanyaan yang tidak diceritakan dalam filmnya. 

Sebelum kita mencari tahu apa penyebab tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, ada baiknya kita mengupas terlebih dahulu sejarah dari Kapal Van Der Wijck. Kapal Van Der Wijck diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda Carel Herman Aart van der Wijk disingkat "Van Der Wijck" yang diangkat Ratu Emma van Waldeck-Pymont pada tanggal 15 Juni 1893. Gubernur Jenderal Van Der Wijck mulai memerintah tanggal 17 Oktober 1893 sampai 3 Oktober 1899.

Kapal Van der Wijck adalah kapal uap milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yang nantinya menjadi cikal bakal PT. PELNI saat ini. Kawasan Hindia Belanda adalah rute pelayaran kapal ini. Kapal Van der Wijk dibuat oleh Maatschappij Fijenoord, Rotterdam tahun 1921 dengan berat tonase 2.596 ton, lebar kapal 13,5 meter. Kapal ini mendapat nama panggilan "de meeuw" atau "The Seagull", ini karena figur kapal ini sangat anggun dan tenang.

Sebelum tenggelam, kapal Van der Wijck berangkat dari Bali ke Semarang dengan singgah terlebih dahulu di Surabaya. Kapal tenggelam di perairan Lamongan, tepatnya 12 mil dari pantai Grondong pada hari selasa, 20 Oktober 1936. Jumlah penumpang saat itu adalah 187 warga Pribumi dan 39 warga Eropa. Jumlah awak kapalnya terdiri dari seorang kapten, 11 perwira, seorang telegrafis, seorang steward, 5 pembantu kapal dan 80 ABK dari pribumi. Korban dari tenggelamnya kapal Van Der Wijck sejumlah 4 orang meninggal dan 49 orang hilang.  Sedangkan  menurut  Theshiplist.com mengabarkan ada korban  58  orang yang meninggal. Koran De Telegraaf, 22 Oktober 1936,  menulis 42 orang korban yang hilang.

Jumlah korban tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang tidak pasti ini dikarenakan jumlah penumpang kapal tidak sesuai dengan manifest. Ada banyak kuli angkut pribumi yang tidak tercatat, kemungkinan merekalah yang banyak hilang.

Untuk memperingati peristiwa tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Pemerintah Hindia-Belanda membangun sebuah monumen yang diberi nama Monumen Van Der Wijck, yang terletak di kantor pelabuhan Brondong, Lamongan. Monumen ini berbentuk seperti pos pemantau kawasan pantai. Tinggginya sekitar 15 meter dengan  dominasi warna biru dan kuning. Terdapat dua prasasti yang berada di dinding barat dan timur monumen. Prasasti itu terbuat dari pelat besi dan bertuliskan dalam bahasa Belanda dan bahasa  Indonesia. Pada prasasti tertulis : "Tanda Peringatan  Kepada Penoeloeng-Penoeloeng Waktu Tenggelamnya Kapal " VAN  DER WIJCK "   DDO 19-20- october 1936"

Penyebab Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck sampai sekarang belum jelas. Dalam beberapa tulisan lainnya yang saya baca ada yang mengatakan penyebabnya adalah kerusakan mesin. Apakah ada penyebab lainnya ? ntahlah...semuanya masih misteri.

Itulah sekelumit sejarah Kapal Van Der Wijck. Jangan lupa untuk menonton filmnya. Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck sangat saya sarankan untuk ditonton. Siapkan diri anda untuk tidak menangis ketika menonton film ini hehehe.... Salam Bloggers......

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Sejarah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck"

Post a Comment